Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat,
Penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja
Yogyakarta, Kla Project
***
Jogja
memang istimewa. Diiringi lagu kla project ini seakan kenangan yang terekam di
memori otak ku muncul kembali. Mungkin terdengar berlebihan. Entahlah nyatanya
hampir 8 tahun berlalu aku belum dapat bernostalgia lagi dengannya. Aku memang
sangat merindu dengan Jogja.
Kata
orang, Jogja adalah kota yang terbuat dari rindu dan kenangan. Kata orang, Jogja
adalah tempat untuk pulang. Tapi aku selalu bersyukur kepada tuhan karena
bagiku Jogja adalah tempatku tumbuh dengan penuh keromantisan.
Ya,
aku memang pernah menjadi bagian sederhana dari kota pelajar ini. Aku tumbuh di
kota yang selalu dirindu oleh para perantau. Tidak sedikit yang mengatakan
bahwa Jogja terlalu nyaman untuk ditinggalkan. Ada banyak rasa yang tercipta
disana.
Frase rindu yang selalu mengingatkanku pada keramahan
orang Jogja, senyuman yang meneduhkan. Kebersahajaan dan keesederhanaan yang akan
terkenang. Bagai pelukan ibu yang selalu menentramkan dan memberikan kenyamanan
di setiap sudutnya.
Melalui
tulisan ini akan kusampaikan sepucuk rindu untuk Jogja. Akan ku abadikan
kenanganku yang penuh dengan nuansa cinta. Bagai hujan deras yang membanjiri
perasaan, kadang menyenangkan, namun tak jarang juga membuat galau. Hehe :D
Aku
selalu ingat tempat andalan untuk di kunjungi saat minggu pagi, ya.. Sunmor
UGM. Terkadang jalan kaki atau bersepda
bersama teman, atau juga bersama keluarga. Salah satu tempat dimana kita bisa
mencari sarapan, duduk lesehan ditemani musisi jalanan. Gak hanya sekedar
makanan saja, disini juga bisa ditemukan berbagai barang hingga hewan
peliharaan. Aku rindu jalan2 di sunmor lagi. :’(
Kalo
udah ngomongin Jogja ga lepas dari yang namanya angkringan. Ada salah satu
angkringan langganan yang selalu aku kunjungi. Angkringan ini mangkal nya emang
disebelah masjid tempatku mengaji. Jadi ketika sepulang ngaji aku dan temen2
sering beli disitu. Entah beli nasi kucing, gorengan, atau pun es teh. Tidak
hanya incaran untuk anak2, mahasiswa, hingga orang dewasa pun ramai
yang berkunjung.
Jogja
adalah surga makanan murah. Yaps bener banget. sudah bukan rahasia lagi. Salah
satu tempat incaran makanan murah selain di angkringan adalah burjo. Burjo
sebenernya singkatan dari bubur kacang ijo. Tapi tempat ini ga hanya menjual
burjo. Mie goreng atau rebus, telur, hingga gorengan juga ada di tempat ini.
Dan entah kenapa kalau aku beli mie rebus di burjo rasanya selalu lebih enak
daripada buatan sendiri.
Dan
salah satu rindu terberatku pada Jogja adalah keramah tamahan warga nya. Masih
menghormati tata karma. Contoh kecil nih ketika aku akan berangkat sekolah,
pasti ada aja yang menyapa “ati-ati dijalan nggih mas”. Nuansa kekeluargaan
yang masih sangat kental terpancar disana.
Ada
salah satu tradisi yang menurutku membuat kekeluargaan disana semakin erat
antar warganya. Yaa… Tradisi Malam Tirakatan, tradisi ini dilakukan untuk
memperingati HUT RI. Berbagai agenda dilaksanakan mulai dari pembukaan,
menyanyikan lagu wajib, hingga pentas seni. Kalo aku sih jujur cuma nungguin
pentas seni ketoprak sama pembagian hadiah lomba 17 an. Haha. Walaupun jarang
menang juga kalo ikut lomba. Biasanya ada juga nobar film kemerdekaan. Ahhhhh
aku jadi rindu semua tentang Jogja.
Sudah
cukup ahh baper nya.
Sebenernya
masih banyak kisah yang gabisa aku ceritain satu-satu. Mungkin beranjut di waktu
lain. Terakhir, move on dari mantan jauh lebih mudah daripada move on dari
Jogja. Hehe
Ditulis
dengan sepenuh cinta oleh seseorang yang sudah terlalu cinta pada kota ini.
Digores dengan hati-hati. Ditemani suara laut dan hembusan angin yang
memberikan kenikmatan untuk selalu disyukuri.
Labels:
Rindu
Thanks for reading Sepucuk Rindu Untuk Jogja. Please share...!

0 Comment for "Sepucuk Rindu Untuk Jogja"