Salah
satu sahabat Rasulullah yang paling kaya, Abdurrahman Bin Auf. Ia memiliki
latarbelakang perjuangan yang berbeda dengan tiga sahabat sebelumnya. Ia adalah
ahli surga dari kalangan pengusaha. Ia termasuk garda terdepan penerima
ketauhidan yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Ia adalah sahabat Abu Bakar dan
termasuk orang kelima yang diislamkan olehnya. Berhijrah adalah salah satu
tugasnya dalam menjalankan roda dakwah Rasulullah SAW. Mereka berpindah karena
gangguan dari kaum kafir Quraisy.
Suatu hari orang
Quraisy berkata pada Abdurrahman “ Wahai Abdurrahman, Muhammad sudah pergi ke
Madinah. Kalau kamu mau menyusul dia hijrah ke Madinah, tinggalkan semua
hartamu di Makkah. Tapi kalau kamu pilih hartamu, kamu boleh tinggal disini
bersama hartamu”. Abdurrahman lebih memilih untuk hijrah ke Madinah, ia hanya
membawa baju yang melekat dibadannya. Jalan berbulan-bulan ke Madinah hingga
akhirnya bertemu Raslullah di Madinah. Dan pada saat itu Rasulullah
persaudarakan Abdurrahman dengan Sa’ad bin Rabi’. Sa’ad adalah salah satu dari
kaum Anshar yang paling kaya di Madinah. Kebun kurma, gandum, hingga unta dan
domba yang dimiliki sangatlah banyak.
Ketika tiba di Madinah
dan dipersaudarakan dengan Abdurrahman, Sa’ad menawarkan harta yang dimilikinya
itu kepada Abdurrahman. Sa’ad berkata pada Abdurrahman “Sesungguhnya aku adalah
orang paling kaya dikalangan Anshar. Ambillah separuh hartaku itu menjadi dua. Aku
juga mempunyai dua istri, maka lihatlah mana yang engkau pilih, agar aku bisa
menceraikannya. Jika masa iddahnya sudah habis, maka nikahilah dia.”
Kemudian Abdurrahman
menjawab, “ Semoga Allah memberkahi bagimu dalam keluarga dan hartamu. Lebih
baik tunjukkan saja aku dimana pasar, agar aku bisa berdagang didalmnya”.
Kemudian Sa’ad mengantar Abdurrahman ke pasar terbesar di Madinah. Dan dalam
jangka waktu kurang dari setahun Abdurrahman jadi orang paling kaya di Madinah.
Dari kisah diatas kita
belajar bahwa kaya itu adalah mental. Abdurrahman adalah orang dengan mental
kaya. Kecerdasannya dalam berbisnis membuat semua hal yang ia lewati menjadi
peluang. Bahkan, ketika memindahkan sebuah batu ia berharap dibawah batu itu
terdapat emas dan perak.
Apa itu mental orang
kaya? mental orang kaya adalah yang belajar dari pengalaman. Pengalaman itulah
yang kemudian dijadikan kebiasaan sebagai pembelajaran dikemudian hari agar
tidak terulang lagi kesalahan yang telah dilakukan. Maka ketika Abdurrahman
hijrah ke Madinah dia sudah tau semua tentang bisnis. Ia tau differensiasi,
segmentasi pasar, mempunyai networking, supplier. Ia bisa menjadi kaya dalam
sekejap, karena ia sudah terbiasa menjadi orang kaya itulah habits.
Semoga Bermanfaat.
Wallahu a’lam
Labels:
Motivasi
Thanks for reading Rahasia Sukses dengan Habits. Please share...!

0 Comment for "Rahasia Sukses dengan Habits"