Kali ini saya akan
cerita awal mula mulai menulis. Berawal dari stalking ig teman ada salah satu
caption yang saya abadikan dan jadikan motivasi untuk mulai menulis hingga saat
ini. Kira kira isi caption nya begini:
Menulis Caption itu
gimana sih? Banyak remaja saat ini bingung gimana nulis caption, ada yang
sampai mencari kata mutiara di google, medsos dan bahkan saat melihat caption
bagus sedikit punya teman langsung copy paste.
Bukankah dalam menulis
seharusnya kita sudah merdeka?
Ketika saya bertanya kepada seorang novelis
terkenal yaitu abang kita darwis “Tere Liye” ada salah satu jawaban yang
membuat peserta seminar bingung bertanya tanya. Kalimat sederhana yang terucap
“ Ya ditulis-tulis aja” . para peserta mulai bertanya tanya “Ini maksudnya apa
ya?”
Bang darwis melanjutkan
“ saya pernah bertanya pada ibu saya, gimana sih cara memasak capcay yang
enak?” kemudian ibu saya menjawab “ Ya dimasak-masak aja” . Bang Tere penasaran
lantas mengikuti semua yang dilakukan ibunya. Tetapi hasil nya Beda . Kenapa?
Lantas ibunya berkata “ itukan capcay buatan pertama kamu, sedangkan ini
mungkin sudah ratusan bahkan ribuan kali ibu memasak capcay. Tentu lebih enak
punya ibu.”
Menulis itu memang ga
mudah. Kita mungkin baru sedikit berlatih tetapi sudah membandingkan dengan
yang lain. Kok tulisanku ga se bagus punya dia? Kenapa? Apa yang kurang? Dan
seterusnya
Bukankah tinggal
ditulis-tulis aja? Menulis ini bagaikan memasak capcay tadi. Tentu beda tulisan
pertama kita dengan tulisan ke 100 atau ke seribu. Kenapa? Karena sudah ada
perbaikan menawan disana sini dalam menulis tanpa kita sadari.
Maka diakhir acara bang
Tere memberikan tantangan untuk membuat tulisan 1 hari 1 tulisan minimal 500
kata selama 180 hari. Jika sehari terlewat tidak membuat tulisan maka harus
diulang kembali dari pertama. Maka tepat dihari ke 180 silakan bandingkan tulisan pertama kalian dengan tulisan ke 180,
tentulah sudah jauh beda kualitas nya. Kenapa? Karena kita sudah bertambah
ilmunya, bertambah kemampuannya.
Bukankah hanya ditulis
tulis saja?
Sedikit caption diatas
adalah salah satu motivasi saya untuk memulai menulis hingga saat ini. Tulisan
ini mungkin tak seindah puisi ataupun novel tetapi saya percaya apapun tulisan
yang saya buat akan bermanfaat kelak. Sebagus atau seburuk apapun ini tetaplah
hasil dari pemikiran sendiri. Dan saya bangga dengan ini walaupun penulisan nya
masih belepotan haha.
Pada tahun 2013 pertama
kali saya membuat tulisan yang berjudul “ Kisah Anak Batu”. Kisah ini saya
kutip dari ceramah seorang ustad saya
ketika selesai pengajian dan tanpa catatan sedikitpun dikertas kemudian saya
tulis ulang dengan bahasa sendiri. Dan jadilah tulisan pertama saya yang
kemudian saya upload dalam blog pribadi readyforjannah.blogspot.com.
Tanpa pengalaman
menulis tulisan sebelumnya jadilah tulisan sederhana pertama saya dengan ke
khasan tulisan seadanya. Tentu berbeda dengan tulisan yang sedang anda baca
ini. Kemampuan menulis akan terus meningkat jika kita asah terus menerus.
Jadilah habits yang akan menjadikan kita lebih mudah untuk menulis setiap hari
nya.
Kesimpulan nya,
teruslah menulis apapun itu, entah status di facebook, jurnal harian atau
caption di instagram. Inspirasi menulis itu bervariasi kok dari kisah hidup,
ceramah, atau bahkan keindahan ciptaan tuhan. Jangan lupa nulis ya, bukankah
hanya ditulis-tulis saja?.
Akhir kata inilah
tulisan saya yang akan terus saya kembangkan. Sampai jumpa dihari ke 180 ya.
Labels:
Motivasi
Thanks for reading Merdeka Dalam Menulis. Please share...!
0 Comment for "Merdeka Dalam Menulis"